Skip to main content

Tambahan Penjelasan tentang Definisi Salaf

Pada awalnya, yang dimaksud dengan generasi salaf adalah generasi sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Namun, karena pada masa kehidupan mereka (terutama masa tabi’in dan tabi’ut tabi’in) mulai timbul berbagai sekte (kelompok) sesat seperti Khowarij, Rofidhoh, Qodariyah, Mu’tazilah dan Murji’ah, maka selanjutnya istilah salaf ini mempunyai dua pengertian:

Pertama, sisi qudwah (keteladanan). Artinya, yang dimaksud dengan istilah salaf adalah tiga generasi pertama Islam yang disebut sebagai Al-Qurun Al-Mufadh dholah (tiga generasi mulia) yaitu generasi shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in.

Kedua, sisi Manhaj. Artinya, salaf tidak terbatas pada tiga generasi utama saja, namun juga mencakup setiap muslim yang mengikuti manhaj mereka sampai hari akhir nanti. Siapa saja yang mengikuti pemahaman dan jejak langkah tiga generasi utama, maka ia bisa disebut sebagai salaf atau pengikut salaf.

Syaikh Muhammad ‘Abdul Hadi Al-Mishri berkata, “Salaf berarti istilah yang dipakai untuk paraimam terdahulu dari tiga generasi pertaman yang diberkahi dari kalangan sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in yang desebutkan dalam hadits rasulullah,’Sebaik-baik generasi adalah...’ setiap otg yang beriltizam dengan akidah, fiqih dan ushul para ulama tadi , maka ia dinisbahkan kepada salaf juga, sekalipun antara ia dengan mereka ada perbedaan ruang dan waktu. Sebaliknya, setiap yang menyelisihi mereka tidak disebut sebagai salaf sekalipun ia hidup diantara mereka dan dikumpulkan oleh ruang dan waktu yang sama.” (Ma’aalimu ‘l-Intilaaqoh Al-Kubro ‘Inda Ahli ‘s-Sunnah wa ‘l-Jamaa’ah hal. 57, Darul Wathon, cet. VIII, 1413 H)

(POTRET SALAFI SEJATI Meneladani Kehidupan Generasi Pilihan, hal. 19, Tim Ulin Nuha, Penerbit Al-Qowam, cet. I, Oktober 2017)

*Kajian ini ditujukan untuk mengenalkan apa itu manhaj salafush sholih kemudian dapat menjadikan salafush sholih menjadi panutan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Bukan kemudian menjadikan kita mengklaim bahwa kita paling salaf atau paling nyunnah.




Sumber: Majelis Ilmu JKD

Comments

Popular posts from this blog

Definisi Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in

▪ Definisi Sahabat Secara bahasa, sahabat adalah bentuk plural atau jamak dari kata Ash-Shohaabii. Kata ini berasa dari kata dasar “Ash Shuhbatu” yang berarti persahabatan. Menurut istilah , sahabat adalah orang yang bertemu dengan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam pada saat Nabi masih hidup dalam keadaan muslim dan ketika meninggal ia juga tetap muslim. Penjelasan: > Orang yang bertemu dengan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam pada saat Nabi masih hidup Orang yang melihat jenazah Nabi meski saat beliau belum dikuburkan tidak disebut sahabat Nabi. > Dalam keadaan muslim Orang yang bertemu Nabi pada saat Nabi masih hidup, tapi ia masih kafir, maka ia tidak disebut sahabat, meskipunsesudah Nabi wafat ia masuk Islam. Contohnya adalah utusan kaisar Romawi yang saat masih beragama Kristen bertemu dengan Nabi dan baru masuk Islam ketika Nabi telah wafat. > Mati dalam Keadaan Muslim Orang yang masuk Islam pada masa hidup bani kemudian...

Pengamat: Ada Celah Data NIK dan KK untuk SIM Card Disalahgunakan

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Telekomunikasi, Ibnu Dwi Cahyono mengungkapkan bahwa ada kemungkinan data dari Nomor Induk KTP (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) yang digunakan untuk registrasi SIM Card disalahgunakan untuk kepentingan tertentu. Maka, ia menekankan kepada pemerintah untuk tidak main-main dengan data milik masyarakat tersebut. “Ini tetap ada celah. Jadi kita harus memastikan kalau datanya masyarakat ini tidak boleh bocor. Jangan main-main! artinya gini, ini Dukcapil harus diamankan. Terus jangan sampai pihak kelurahan memperjualbelikan data KTP dan data KK warganya,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Jumat (03/11). Ia juga menjelaskan bahwa masalah tersebut bertambah karena negara ini belum punya undang-undang perlindungan data pribadi. Padahal, kata dia, undang-undang tersebut sudah dibahas pada tahun 2008. “Tetapi undang-undangnya belum selesai sampai sekarang. Paling enggak jika ada undang-undang perlindungan data pribadi, dan ada orang yang memperjualbelikan...

Keutamaan Taat Kepada Allah dan Rasul-Nya

a. Allah ta'ala berfirman Barang siapa yang taat kepadda Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan barang siapa yang berpaling, niscaya ia akan diazab oleh-Nya dengan azab yang pedih." (Al-Fath: 17) barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya maka ia akan dimasukkan kedalam syurga di mana sungai-sungai mengalir dari bawah pepohonan dan istana-istananya. Sebaliknya, barang siapa durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya lalu meninggalkan jihad bersama orang-orang beriman maka ia akan diazab dengan azab yang pedih dan menyakitkan. b. Allah ta'ala berfirman "Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, Itulah kemenangan yang besar." (An-Nisa': 13) Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam segala yang disyariatkan bagi para hamba-Nya, niscaya ia akan dima...