Skip to main content

Keutamaan Mencari Ilmu

📖Allah ta'ala berfirman:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal." (QS. Muhammad: 19)

Ketahuilah wahai Nabi bahwa tiada yang berhak diibadahi, kecuali Allah dan mintalah ampun atas dosamu. Mintakan ampun bagi orang-orang yang beriman yang laki-laki dan perempuan. Maka Allah mengetahui tingkah laku kalian saat terjaga pada saat siang hari dan saat istirahat tidur pada malam hari.

📖Hadis 1

Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang meringankan satu diantara sekian kesulitan orang mukmin, niscaya Allah akan meringankan satu di antara sekian kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang kesulitan, niscaya Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan mudahkan untuknya jalan menuju syurga." (HR. Muslim no 2699)

📖Hadis 2

Mu'awiyah radhiallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah bersabda, "barang siapa dikehendaki baik maka Allah akan memahamkannya tentang (ilmu) agama. Allah Maha Pemberi, aku (Rasulullah) yang membagi. Umat ini akan senantiasa menang atas orang yang menyelisihinya sampai perintah Allah datang (kiamat) dan mereka menang." (HR. Bukhari no 3116 dan Muslim no 10370

📖Hadis 3

Qais bin katsir menceritakan, "Ada seorang dari Madina menemui Abu Darda' radhiallahu 'anhu di Damaskus. Abu Darda' bertanya, "Apa gerangan yang membuatmu datang, saudaraku?" Ia menjawab, "(Karena) ada sebuah hadis yang sampai kepadaku bahwa engkau mengatakan bahwa itu dari Rasulullah? Abu Darda' bertanya, "Kedatanganmu ini karena perniagaan?" Ia menjawab, "Tidak" Abu Darda' bertanya, "Atau kedatanganmu untuk suatu keperluan?" Ia menjawab, "tidah". Abu Darda' bertanya, "Berarti kamu datang hanya untuk mencari hadis?" Ia menjawab, "Ya". Abu Darda berkata, Aku mendengar Rasulullah bersabda:

Barang siapa menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu maka Allah akan menunjuki kepadanya jalan ke syurga. Sesungguhnya, malaikat benar-banar meletakkan sayap-sayapnya karena ridha kepada penuntut ilmu. Siapa saja yang berada di langit dan di bumi, bahkan ikan-ikan di laut akan memintakan yang berada dilangit dan di bumi.  Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah itu seperti keutamaan rembulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya, ulama adalah pewaris para Nabi. Mereka tidak mewariskan dinar dan dirham, tapi mereka mewariskan ilmu. Barang siapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak." (HR. Ahmad no 21715 dan 22058)

📖Hadis 4

Katsir bin Qois meriwayatkan, "Saat itu, aku duduk bersama Abu Darda radhiallahu 'anhu di masjid Damaskus. Tiba-tiba seorang lelaki mendatangiku seraya bertanya, "Wahai Abu Darda', Sungguh aku datang dari Madinah karena sebuah hadis yang sampai kepadaku bahwa engkau mengabarkan hal itu dari Rasulullah." Abu Darda' kemudian bertanya, "Apakah kedatanganmu untuk suatu keperluan? Suatu perniagaan atau hanya untuk sebuah hadis?" Ia menjawab, "Ya" Abu Darda' menjawab, " Sesungguhnya, aku mendengar Rasulullah bersabda:

Barang siapa menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu maka Allah akan menunjukinya satu diantara sekian banyak jalan syurga. Malaikat pun meletakkan sayap-sayapnya karena ridha kepada penuntut ilmu. Sungguh, Orang yang berilmu itu dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi serta ikan di air. Keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadah itu seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang. Sesungguhnya, ulama itu pewaris para Nabi. Sungguh, para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, tapi mewariskan ilmu. Barang siapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak." (HR. Ibnu Hibban no 1/ 289 dan 290)

🍀KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU🍀

💧Ilmu didahulukan sebelum amal.

💧Ditujukan dan dimudahkan untuk meniti jalan menuju syuga.

💧Merupakan bahwa seseorang merupakan dikehendaki atasnya kebaikan oleh Allah.

💧Malaikat membentangkan sayap-sayapnya karena ridha kepada penuntut ilmu.

💧Dimintakan ampunan oleh seluruh penduduk langit dan bumi, bahkan ikan di lautan.

💧Ulama (orang-orang berilmu) adalah pewaris para Nabi

💧Para Nabi hanya mewariskan ilmu, tiada yang lain.

💧Barangsiapa mengambil ilmu berarti ia telah mengambil bagian yang banyak.

(SHAHIH FADHILAH AMAL, Syaikh Ali bin Nayif Asy-Syuhud. Halaman 50 -54. Penerbit Aqwam.

Baca juga: Nama Lain Salafus Shaleh

Sumber: Majelis Ilmu JKD

Comments

Popular posts from this blog

Definisi Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in

▪ Definisi Sahabat Secara bahasa, sahabat adalah bentuk plural atau jamak dari kata Ash-Shohaabii. Kata ini berasa dari kata dasar “Ash Shuhbatu” yang berarti persahabatan. Menurut istilah , sahabat adalah orang yang bertemu dengan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam pada saat Nabi masih hidup dalam keadaan muslim dan ketika meninggal ia juga tetap muslim. Penjelasan: > Orang yang bertemu dengan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam pada saat Nabi masih hidup Orang yang melihat jenazah Nabi meski saat beliau belum dikuburkan tidak disebut sahabat Nabi. > Dalam keadaan muslim Orang yang bertemu Nabi pada saat Nabi masih hidup, tapi ia masih kafir, maka ia tidak disebut sahabat, meskipunsesudah Nabi wafat ia masuk Islam. Contohnya adalah utusan kaisar Romawi yang saat masih beragama Kristen bertemu dengan Nabi dan baru masuk Islam ketika Nabi telah wafat. > Mati dalam Keadaan Muslim Orang yang masuk Islam pada masa hidup bani kemudian...

Hati-hati Kalau Berbicara

Kisah ini terjadi di Universitas ‘Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan diekspos oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana. Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu fakultas Mesir, berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan membelalakkan mata ke arahnya, lalu berteriak lantang, “Jika memang Allah ada, maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang!.” Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut. Menit demi menit pun berjalan dengan cepat hingga tibalah menit keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya, sang mahasiswa ini berkacak pinggang, penuh dengan kesombongan sembari berkata kepada rekan-rekannya, “Bagaimana pendapat kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah pasti Dia mencabut nyawa saya?.” Para mahasiswapun pulang ke rumah ma...

Keutamaan Taat Kepada Allah dan Rasul-Nya

a. Allah ta'ala berfirman Barang siapa yang taat kepadda Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan barang siapa yang berpaling, niscaya ia akan diazab oleh-Nya dengan azab yang pedih." (Al-Fath: 17) barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya maka ia akan dimasukkan kedalam syurga di mana sungai-sungai mengalir dari bawah pepohonan dan istana-istananya. Sebaliknya, barang siapa durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya lalu meninggalkan jihad bersama orang-orang beriman maka ia akan diazab dengan azab yang pedih dan menyakitkan. b. Allah ta'ala berfirman "Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, Itulah kemenangan yang besar." (An-Nisa': 13) Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam segala yang disyariatkan bagi para hamba-Nya, niscaya ia akan dima...